TRUE LOVE
" Cinta yang berawal dari mata, akan berakhir menjadi air mata. Cinta yang berawal dari hati, tidak akan pernah berakhir "
" Maaf pak, saya tidak sengaja.. "
(sambil menundukkan wajahnya karena malu telah menabrak atasannya sendiri)
" Oooh ngga apa-apa kok. Yasudah, kamu bisa lanjut kegiatan kamu " Sahut rendi.
" Terimakasih pak sebelumnnya, permisi.. "
Rendi pun melanjutkan perjalanananya untuk makan siang. Ketika ia sampai direstaurant tepatnya didepan kantornya, ia pun bertenu dengan gadis itu lagi lalu ia menghampirinya ..
" Kamu yang tadi depan ruangan saya kan ? " (Tanya rendi dengan agak sedikit gerogi, maklumlah sang gadis ini sangat membuatnya penasaran dari awal pertemuan mereka)
" iya pak, loh kok bisa bertemu lagi ya pak ? "(sambil melemparkan senyuman indahnya pada rendi)
" gini aja tadi saya gatau tiba-tiba nabrak kamu, tapi saya beneran ngga sengaja. Gimana sebagai tanda permohonan maaf saya, kamu makan sama saya gimana ? "
Rani pun tak menolak tawaran rendi agar mau makan bersamanya. Cerita berlanjut hingga akhirnya rendi pun mengetahui siapa rani sebenarnya. Ya, ia tak lain adalah sekretarisnya sendiri. Memang agak asing bagi rendi, karena rani sendiri adalah karyawai baru kala itu. Selesai jam makan siang pun tiba, mereka pun kembali bersama kekantor.
Jam menunjukkan pukul 16:45 WIB, dan saat rendi sedang ingin keluar gerbang kantor ia melihat rani sedang berdiri diseberang kantor sambil menunggu kendaraan umumnya. Seketika saja rendi mengajak ia pulang bersama, lalu mereka pulang bersama hingga tiba dihalaman rumah rani. Dan rani pun berkata :
" Terimakasih banyak pak Rendi atas bantuannya hari ini, sampai-sampai saya diantarin.. "
(rani tersenyum kembali)
" Sama-sama Rani, baiklah saya pulang dulu yah.. Mari ran :) " Rendi pun pulang...
Sesampainya dirumah, Rendi termenung memikirkan Rani. Ntah perasaan apa yang ia rasakan tapi yang jelas senyuman Rani membuatnya yakin bahwa Rani adalah orang yg tepat untuknya. Hari berganti hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan hingga akhirnya Rendi mengutarakan perasaanya cintanya pada Rani.
Malam itu tepatnya saat Rendi ingin makan malam dengan Rani, ketika dijalan ia tiba-tiba dihadang oleh 4 motor yang mana mereka adalah preman daerah yang dilewati Rendi. Dengan keadaan yang hampir tak ada seseorangpun kecuali Rendi yang melintasi daerah tersebut. Mereka memecahkan kaca dimana Rendi sedang duduk untuk mengemudi mobilnya, hingga tak sadarpun salah satu diantaranya mereka memukuli Rendi hingga berlumuran darah dengan kondisi yang amat parah malam itu, preman tadi pergi begitu saja membawa beberapa uang dll dari dompet Rendi. Rani pun sudah mulai lelah menunggu Rendi karena hampir 4 jam tidak ada kabar. Lalu ia pun pulang dengan perasaan yang merasa dibohongi oleh kekasihnya sendiri.
Beberapa hari Rani tidak melihat Rendi diruangannya. Ntah kemana Rendi pikirnya..
Tiba kala siang itu Rani mendapat telfon dari rumah sakit dimana Rendi dirawat. Rani pun langsung bergegas pergi menjenguk orang yang sangat ia sayangi.
Setibanya dirumah sakit ia memasuki ruangan dimana rendi dirawat, ia memeluk rendi dengan tangisan yang menunjukkan kesedihannya.
" Kenapa kamu ngga ngabarin aku sayaaaang ?? kamu kenapaaa ?? bangun sayaang, ini aku aku Rani.. " (Rani terus menciumi tangan Rendi yang dingin)
Tak lama dokter pun masuk dan menjelaskan sesuatu (Maklumlah orangtua Rendi sedang berada diluar negri, sehingga aku yang menerima kabar tersebut dan ternyata..)
" Maaf mba Rani, saya harus jelaskan ini. "
" Ada apa, Dokter?? kenapa sama Rendi??? "
" Rendi mengalami cidera yang amat parah mba. Luka bekas pukulannya membuat tulang rusuknya patah, dan bagian perut belakang mengalami tusukan yang parah sehingga membuat ginjal bagian belakang terkena tusukan benda tajam. "
" APA DOKTER?????!!! Ini ngga mungkiiiiiiiin :'( !! "
Rani kembali memeluk Rendi dan menangis dipelukannya. Ia tak dapat menahan kesedihannya..
Hari berlalu ~
Tiba ia melihat bahwa kondisi Rendi semakin melemah dan koma. Ia sangat sangat terpukul, ia selalu mendo'akan Rendi disetiap sholatnya. Mendampinginya dan terus berbisik ditelinga Rendi :
" Sayang aku mohon kamu banguuun. aku sayang kamu, aku janji gaakan pernah ninggalin kamu sayang. Bangun sayang, banguuuuuun "
Setahun berjalan ~
Hingga akhirnya keputusan dokter mencabut alat bantu kehidupan Rendi pun berjalan, dan ketika Rani masih terus menangisi karna tidak percaya Rendi sudah tidak akan kembali lagi, ia memeluk Rendi seerat mungkin dengan badannya yang sudah mulai dingin dan hampir kaku. Tiba-tiba saja ia mendengar suara rintihan kecil dari dalam tubuh Rendi..
" Aa aaa aaaaaakuu maaasiiih hiiiiiiiduuuup raa aaaaaanii . toool ooooong aaaaa kuuuuuu "
" Sayang???!!! kamu sadaar!! bangun sayaaang ayoooo banguuuuun !! "
" Mba rani sudaaah, mas Rendi sudah pergi mba " Tegas seorang perawat
" Sus, akuuu denger rendi ngomoooong dia ngomoong sama akuu sus !!! bantu Rendiiiii dokteeeer, susteeer !!? "
Dokter pun segera memeriksa detak jantung Rendi namun tetap saja tidak ada detakan yang menandakan bahwa Rendi masih hidup. Tangan rendi yang masih ada dalam genggaman tangan rani melamban mulai lemas kembali, dan .. Rendi pergi untuk selamanya ~
Apapun yang pernah terjadi selama dengan Rendi takkan pernah Rani lupakan, ia pun memutuskan untuk hidup sendiri. Dan sebagai tanda cintanya pada Rendi ia pun membuat patung lilin buatannya sendiri dengan mengenakan patung tersebut dengan baju terakhir yang dikenakan Rendi. Namun keadaan Rani semakin memburuk karena kesehatannya udah mulai terganggu, mulai dari ia yang memanggil-manggil nama Rendi lalu berteriak dan menangis. Bahkan sampai kamarnya pun penuh dengan nama kekasih pujaannya itu. Rani sangat tulus mencintai Rendi, bahkan sampai ia pun mengalami gangguan kejiwaan.
Mengurung diri dalam kamar, bahkan sesekali ia ingin meloncat dari lantai atas sebab ia melihat Rendi selalu memanggilnya dan menegurnya setiap malam tiba.. Berakhir ketika Rani dibawa oleh orangtuanya kerumah sakit jiwa, dikarena luka psikis Rani yang semakin sangat parah.
Kisah ini saya buat berdasarkan mimpi gue H-1 pembuatan cerita ini. Maaf ya kalo masih ada yang kurang dan harap maklum ^^
Semoga kita bisa memetik hikmah dari kisah diatas, yaa..
" Dalam cinta, memilih dan mencintai adalah pilihan terberat. Sebab apa ? dibalik 2 kata itulah mental kita akan diuji, ketika keadaan berkata lain dan saat mereka yang kita sayang pergi tanpa mengabari kita terlebih dahulu. Cinta bukan permainan, tapi cinta adalah sebagian dari Prinsip. Dimana kita berkomitmen akan menyayangi dan mengasihi orang yang kita sayang. Jaga mereka dan lindungi mereka :) "
Salam penulis
-Cels-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar